Otoritas sepak bola Eropa (UEFA) melayangkan kritik super keras terhadap keputusan mengejutkan FIFA yang membebaskan penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, dari hukuman kartu merah di Piala Dunia 2026. UEFA tanpa ragu menyebut keputusan tersebut sebagai tindakan yang “belum pernah terjadi sebelumnya, tidak masuk akal, dan tidak dapat dibenarkan.”
Sebagai informasi, Balogun diusir keluar lapangan saat laga melawan Bosnia-Herzegovina. Berdasarkan regulasi resmi, striker berusia 25 tahun itu seharusnya menjalani skorsing otomatis dan absen dalam laga hidup-mati babak 16 besar melawan Belgia. Namun, FIFA secara ajaib memilih untuk tidak memberlakukan sanksi tersebut, membuat mesin gol andalan sang tuan rumah rumah dipastikan bisa tampil.
UEFA menegaskan bahwa intervensi FIFA yang menghapus hukuman kartu merah di tengah turnamen resmi telah “melewati batas suci” sepak bola. Catatan sejarah menunjukkan, dari 188 kartu merah yang pernah dikeluarkan sepanjang sejarah Piala Dunia, hanya ada satu pemain lain yang pernah lolos dari sanksi. Pemain itu adalah legenda Brasil, Garrincha pada Piala Dunia 1962—itu pun terjadi sebelum aturan skorsing otomatis diciptakan dan sarat akan isu intervensi politik.
Misteri di balik keputusan aneh FIFA ini akhirnya terbongkar. Mitra media AS, CBS News, mengonfirmasi bahwa pembebasan Balogun terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump, menelepon langsung Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk membahas sanksi tersebut.
Tak lama setelah keputusan FIFA keluar, Presiden Trump secara terbuka menyampaikan terima kasih melalui media sosialnya kepada FIFA karena telah “membatalkan ketidakadilan yang besar.”
Naskah | Admin: NY | FS
Editor: MR
#garudatv #amerika #trump #gianniinfantino #uefa