Di sebuah negeri yang jauh.
Di satu semester yang asing, ada ratusan ribu calon mahasiswa tidak daftar ulang karena beberapa alasan. Salah satunya, karena biaya pendidikan yang berat bagi orang tua mereka.
Datanglah seorang staf kerajaan kepada raja.
‘Tuan raja, ada kabar sedih. Ada seratus tiga belas ribu orang calon mahasiswa kita tidak daftar ulang, ini mengkhawatirkan sekali.’
‘Emang gue pikirin.’
‘Tapi tuan raja, kalau makin banyak anak muda kita tidak terdidik, masa depan negeri ini akan makin buruk.’
‘Nyenyenye…..keluar kamu dari sini. Saya mau makan siang.’
‘Baik tuan…’
Staf kerajaan itu keluar dari ruang raja. Ia merasa sedih tapi ia tidak punya daya apa-apa. Raja tidak mau mendengar dan hanya ingin didengar.
—boycandra, penulis novel ‘dongeng kucing’