PAK IMAM π’ππ’π
Saya dan rekan-rekan saya akhirnya bekerja sambilan.
Saya di Car free day berjualan dengan istri saya,
berjualan bubur bayi, berjualan baju anak.
Saya beli online, saya jual lagi offline demi menghidupi saya.
Saya tidak malu sebagai dosen tetap berjualan.
Rekan saya Teddy, dosen di Politeknik Negeri Bandung,
dia selesai ngajar dia ngojol.
Rekan saya lagi ada di Kalimantan.
Dia selain menjadi dosen, dia pun tetap menjadi kuli bangunan, Bapak, Ibu.
Dan kemarin sudah kita sampaikan di DPD dengan gaji seperti itu.
Selain itu, banyak yang bekerja mengajar di banyak tempat.
Ke empat kampus, ke lima kampus.
Saya pernah, Bapak, Ibu, pagi saya ngajar, siang saya harus ngajar lagi.
Mencari tambahan sore, saya harus ngajar lagi.
Di Bandung dengan panas-panasan, saya pergi ke kamar mandi,
cuci muka mandi untuk mengajar kembali di kampus yang berbeda.
Demi untuk mencukupi kebutuhan dasar saya.
Selain itu, ada yang berjualan, jual online dan marketing perumahan.
Segala dilakukan demi mencukupi kebutuhan dasar.
Karena saat itu, kami tidak mendapatkan tunjangan kinerja dikecualikan.
Dan sertifikasi dosen pun bisa didapatkan paling cepat lima tahun.
Sehat-sehat selalu Pak Imam. π’ππ’π